<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Para pendekar muda bulu tangkis Indonesia sukses mengguncang panggung internasional lewat performa impresif di Negeri Kanguru. Dua tunggal putra masa depan Nusantara, Alwi Farhan Alhasny dan Mohammad Zaki Ubaidillah, berhasil merebut tiket babak semifinal turnamen Australian Badminton Open 2026 di Quaycentre, Sydney, Australia. Capaian gemilang ini sekaligus memanen buah manis dari sistem pembinaan berjenjang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). PBSI sendiri mendapatkan sokongan dana penuh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menilai lonjakan prestasi para pemain pelapis ini membuktikan ketepatan peta jalan regenerasi atlet nasional. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/wondr-by-bni-kepung-istora-ubah-rantai-transaksi-kuliner-di-indonesia-open-2026/">Wondr by BNI Kepung Istora, Ubah Rantai Transaksi Kuliner di Indonesia Open 2026</a></strong> BNI berkomitmen terus mengguyur turnamen internasional dengan dukungan finansial agar para pemain muda tidak kekurangan jam terbang di luar negeri. "Selain peningkatan kemampuan teknis, pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional juga berperan penting dalam membentuk mental juara dan daya saing atlet muda Indonesia," ujar Okki Rushartomo dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (12/6). <h5><strong>Membalas Kegagalan Masa Lalu Lewat Kemenangan Dua Gim Langsung</strong></h5> Alwi Farhan mengunci tempat di babak empat besar setelah meruntuhkan perlawanan sengit wakil Taiwan, Lee Chia Hao, di lapangan utama. Juara Dunia Junior 2023 itu mendominasi jalannya laga hingga memetik kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-15.<!--nextpage--> Hasil manis ini otomatis memperbaiki catatan rapor Alwi pada Australian Open edisi tahun lalu yang sempat terjegal di babak delapan besar. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/bni-tutup-2025-dengan-fundamental-solid-likuiditas-kuat-risiko-terkelola/">BNI Tutup 2025 dengan Fundamental Solid, Likuiditas Kuat, Risiko Terkelola</a></strong> Staf pelatih PBSI menilai kematangan strategi Alwi meningkat drastis setelah sang pemain melakoni laga berat di Singapore Open dan Indonesia Open beberapa pekan lalu. Pengalaman berharga melawan pemain top dunia tersebut membuat Alwi tampil lebih dingin dan taktis saat mengeksekusi poin-poin kritis. <h5><strong>Menghancurkan Pertahanan Malaysia Hanya dalam Tiga Puluh Delapan Menit</strong></h5> Langkah impresif Alwi menjalar ke kompatriotnya, Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed, yang tampil trengginas di partai perempat final lainnya. Pemain jebolan PB Djarum ini menghancurkan tunggal putra harapan Malaysia, Justin Hoh, lewat permainan menyerang yang mematikan. Ubed menyudahi perlawanan rival abadinya itu dengan skor telak 21-7 dan 21-13 hanya dalam durasi kilat 38 menit. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/bni-dukung-regenerasi-bulu-tangkis-indonesia-di-thailand-open-2026-saatnya-atlet-muda-bersinar/">BNI Dukung Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia di Thailand Open 2026: Saatnya Atlet Muda Bersinar</a></strong> Rapor impresif kedua pemain ini membuka jalan lebar bagi tim Merah Putih untuk menguasai podium tertinggi di Sydney. Pada laga semifinal besok, Alwi akan menantang andalan Hong Kong, sedangkan Ubed bakal menguji ketangguhan raksasa China, Dong Tian Yao. Jika kedua remaja ini mampu melibas lawan masing-masing, Indonesia otomatis mengunci gelar juara lebih awal lewat skenario All Indonesian Final. Pihaknya berharap pengalaman bertanding di turnamen-turnamen level atas seperti ini dapat semakin memperkuat kepercayaan diri dan kematangan para atlet muda Indonesia.<!--nextpage--> Proses regenerasi membutuhkan jam terbang dan kesempatan bersaing secara konsisten di level internasional,” kata Okki. BNI menganggap kucuran dana sponsor ini sebagai investasi jangka panjang demi menjaga takhta Indonesia sebagai kiblat bulu tangkis dunia. (*)