URBANCITY.CO.ID – ASDP mencatatkan langkah progresif dalam mengelola limbah tekstil melalui peluncuran Uniform Disposal Program.
Program ini memanfaatkan seragam bekas menjadi kain bernilai guna.
Perusahaan bekerja sama dengan Pable untuk mendaur ulang 100 kilogram seragam lama menjadi serat baru yang lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini mengubah pola pikir masyarakat urban mengenai pengelolaan sampah, dari yang semula berakhir di TPA kini berubah menjadi produk fungsional.
Langkah ini membuktikan bahwa ASDP tidak hanya fokus pada layanan transportasi, tetapi juga memelopori praktik bisnis berkelanjutan yang bertanggung jawab.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari strategi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ASDP.
“Terutama dalam menekan dampak lingkungan akibat limbah tekstil,” ungkapnya.
Lebih dari itu, langkah ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-12 tentang Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab.
Transformasi Limbah Menjadi Produk Bernilai
Proses daur ulang seragam melibatkan penguraian serat hingga pemintalan benang yang kemudian ditenun menjadi kain baru untuk kebutuhan internal karyawan.
ASDP menginisiasi program ini pasca-peluncuran logo baru pada HUT ke-50, sebuah momentum transisi yang mereka optimalkan secara bijak.
Baca juga: Kia EV9: SUV Listrik Futuristik dengan Jarak Tempuh Mencapai 500 Km dan Desain Menawan




