Anda kini melihat bagaimana limbah tekstil yang awalnya tidak bernilai bertransformasi menjadi aset bermanfaat bagi ekosistem perusahaan.
Inisiatif ini meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya ekonomi sirkular sebagai gaya hidup masa depan yang lebih hijau.
“Kami ingin menginspirasi lebih banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah tekstil secara bertanggung jawab,” tuturnya.
“Harapannya, inisiatif ini bisa menjadi contoh bagi sektor lain dalam menerapkan prinsip keberlanjutan,” imbuhnya.
Komitmen Strategis Menuju Net Zero Emission
Industri tekstil global menyumbang sekitar 10% emisi gas rumah kaca, sehingga langkah ASDP menjadi kontribusi krusial dalam menekan jejak karbon nasional.
Baca juga: Aplikasi Ferizy Bikin ASDP Pede Hadapi Peak Season Nataru 2025
ASDP juga mencatatkan prestasi impresif dengan mengumpulkan 1,72 ton sampah plastik melalui Reverse Vending Machine (RVM) hingga akhir 2024.
Perusahaan terus membangun ekosistem yang lebih hijau melalui kemitraan strategis dengan pelaku industri dan komunitas lingkungan.
Strategi ini menegaskan posisi ASDP sebagai pemimpin sektor transportasi yang tidak hanya mengejar performa bisnis.
Tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat. (*)




