URBANCITY.CO.ID – Kesuksesan sebuah ajang balap internasional sekelas MotoGP di Sirkuit Mandalika tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aspal sirkuit atau performa para pembalap di lintasan.
Di balik deru mesin dan gemerlap podium, ada kerja keras di balik layar yang menuntut presisi tingkat tinggi, salah satunya adalah pengelolaan arus logistik internasional.
Menyadari krusialnya faktor tersebut, Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sepakat memperkuat koordinasi penanganan logistik pabean.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan ratusan ton perlengkapan balap dunia dapat diproses secara cepat, aman, dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Investasi Mandalika Tembus Rp6 Triliun, ITDC Kebut Infrastruktur Wisata Dunia
Komitmen besar ini dimatangkan dalam pertemuan khusus di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (25/5).
Diskusi tersebut dihadiri oleh pejabat teras kedua instansi, termasuk perwakilan Bea Cukai Soetta Fitra dan Wahyu Anggara, serta Direktur Operasi MGPA Donny Mahardjono dan VP Operations MGPA Try Agung Hartanto.
Pintu Gerbang Utama Ratusan Ton Logistik Balap
Sebagai bandara tersibuk di tanah air, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memegang peran sebagai benteng sekaligus pintu gerbang utama masuknya logistik dari berbagai negara.
Mulai dari motor balap super cepat, perlengkapan mekanik, gawai penyiaran berkekuatan tinggi, hingga perlengkapan paddock mendarat di sini terlebih dahulu sebelum diterbangkan menuju Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.




