URBANCITY.CO.ID – Atase Perdagangan (Atdag) RI di Canberra, Agung Haris Setiawan, tancap gas mencetak eksportir muda dari kalangan intelektual.
Melalui lokakarya hibrida bertajuk ‘Campuspreneur: Mencetak Mahasiswa Indonesia Menjadi Eksportir dan Buyer Masa Depan’ di Australian National University (ANU), pemerintah membidik mahasiswa Indonesia di Australia sebagai ujung tombak perluasan pasar ekspor nasional.
Kolaborasi strategis bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) ACT dan PPIA ANU ini sengaja digelar untuk membuka peta jalan bisnis internasional. Mahasiswa Indonesia di luar negeri dinilai memiliki modal kuat karena memahami budaya lokal sekaligus jaringan pasar di Australia.
Pola Pikir Global dan Strategi Menembus Biosekuriti Ketat
Atdag RI Canberra, Agung Haris Setiawan, menegaskan bahwa untuk memenangkan persaingan di pasar Australia, para pelaku usaha tidak boleh hanya sekadar mengandalkan perang harga murah.
Baca Juga: Wajib Lewat PT Danantara, Airlangga Sebut Regulasi BUMN Ekspor Rampung 1 Juni
Kunci utamanya terletak pada kualitas, pemenuhan standar internasional, dan reputasi bisnis yang konsisten.
Dalam lokakarya ini, puluhan mahasiswa dibekali langkah taktis menembus pasar komoditas potensial, seperti kopi, kakao, rempah-rempah, furnitur, hingga produk digital.
Mereka dilatih meriset pasar, menentukan kode Harmonized System (HS), memanfaatkan perjanjian dagang bilateral, hingga menembus regulasi biosekuriti Australia yang dikenal sangat ketat.
Lokakarya ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa Indonesia di Australia mengenai peluang perdagangan dan proses masuk pasar dari Indonesia ke Australia.




