URBANCITY.CO.ID – Data Center. Kawasan SIJORI (Singapura, Johor, Riau) kini bukan lagi sekadar segitiga pertumbuhan ekonomi konvensional. Di ceruk selat yang sibuk itu, sebuah perang perebutan ruang digital baru saja dimulai.
Di atas kertas, gedung pusat data (data center) pertama milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Batam baru akan resmi beroperasi tahun ini. Namun, pasar tampaknya tak sabar menunggu pita dipotong: seluruh kapasitas di gedung bernama BTM-1 itu sudah ludes terpesan.
Laris manisnya lapak digital ini dikelola oleh NeutraDC (PT Telkom Data Ekosistem) melalui kongsi bersama mereka, NeutraDC Nxera Batam.
Tak main-main, salah satu penyewa kakap yang berhasil mengunci kuota di BTM-1 adalah Gorilla Technology, raksasa penyedia solusi kecerdasan buatan (AI) dan analitik data asal London, Inggris.
Baca juga:Â Fokus Bisnis Inti, TelkomGroup Resmi Lepas AdMedika ke Raksasa Fullerton Health
Bagi Telkom, aksi borong kapasitas oleh pemain global ini bak lampu hijau untuk langsung tancap gas. Tanpa menunggu waktu lama, emiten berkode TLKM ini langsung bersiap mengayunkan cangkul untuk membangun gedung kedua, BTM-2.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyebut fenomena ini sebagai validasi dari strategi besar TLKM 30 yang tengah menggeser haluan perusahaan menuju korporasi infrastruktur digital murni.
Batam, menurutnya, kini tak lagi sekadar halaman belakang, melainkan beranda depan ekosistem digital Asia Tenggara.
Seiring meningkatnya kebutuhan cloud, artificial intelligence, dan layanan digital di kawasan Asia Tenggara, kami melihat digital infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital masa depan.




