Baca juga: Gandeng Telkom, Holdwell Business Park Pasang Jaringan Digital di Area Logistik
“Kepercayaan yang diberikan partner internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam rantai nilai digital regional,” kata Seno.
Langkah ini, tambah Seno, krusial untuk memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pasar yang dikuras datanya, melainkan menjadi poros penentu perputaran data regional.
Tingginya permintaan pasar terhadap BTM-1 juga menjadi sinyal positif bagi Telkom untuk melanjutkan pengembangan kapasitas berikutnya melalui BTM-2.
“Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital kawasan sekaligus mendukung visi TLKM 30 dalam menciptakan mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” ujarnya.
Magnet AI Berkapasitas 100 MW
Masuknya Gorilla Technology ke Batam diproyeksikan akan menjadi magnitudo baru bagi industri komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan regional.
Baca juga: Genjot Bisnis Menara dan Data Center, Lini B2B Telkom Indonesia Tumbuh Subur
Perusahaan asal Inggris itu bakal memboyong seluruh arsitektur AI mereka ke peladen (server) milik NeutraDC untuk menyokong penetrasi pasar mereka di Asia.
CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, memandang kedatangan para raksasa global ini sebagai bukti bahwa kesiapan infrastruktur di dalam negeri sudah setara dengan standar internasional.
“Kami sangat antusias menyambut Gorilla Technology dan partner global lainnya di NeutraDC Nxera Batam. Tingginya minat pasar terhadap data center kami di Batam menjadi validasi atas kesiapan infrastruktur, kualitas layanan, dan strategi pengembangan yang kami bangun bersama partner strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi AI di kawasan,” tutur Andreuw.




