URBANCITY.CO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menutup rangkaian BTN Expo 2026 dengan awarding BTN Housingpreneur 2025, yang melahirkan inovator muda di ekosistem perumahan.
Acara ini bukan sekadar pameran properti, melainkan platform yang menyatukan akses peluang usaha, pengembangan karier, dan solusi finansial bagi masyarakat.
BTN menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Pengembang Perumahan (KPP) untuk mendukung sektor informal, selain skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema KPP ditujukan untuk mendorong pengembang, khususnya developer kecil dan startup di daerah, agar lebih siap menyiapkan lahan dan proyek perumahan.
Hingga kini, BTN telah bekerja sama dengan lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia untuk mengejar target 210 ribu unit rumah subsidi, termasuk penyediaan rumah sektor informal.
Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi MBR Miliki Rumah Melalui KPR FLPP BTN
“Lebih dari 10 ribu mitra kita di seluruh Indonesia, kita siapin untuk mereka mulai dari mempersiapkan lahan, mempersiapkan proyek, supaya target 210 ribu berjalan. Karena kami melihat segmen pekerja informal sebagai potensi pasar baru bagi rumah subsidi,” kata Direktur Consumer and Commercial Landing BTN Hirwandi Gafar di sela-sela BTN Expo di Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Melalui KPP dan penyempurnaan mekanisme pembiayaan, BTN berupaya memperluas akses KPR subsidi bagi kelompok informal yang sebelumnya relatif sulit menjangkau pembiayaan perumahan.




