Dalam sesi krusial ini, para peserta dikondisikan untuk mampu memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung di luar rumah sakit (Out of Hospital Cardiac Arrest/OHCA).
Baca juga:Â Jaga Pasokan Energi Lebaran 2026, 986 Personel Logistik PDC Siaga di Titik Bor
Mereka dilatih secara presisi mulai dari cara mengidentifikasi respons tubuh korban, mengaktivasi kode darurat untuk meminta bantuan, hingga mempraktikkan langsung teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Tidak hanya itu, para pekerja juga diajari cara mengoperasikan alat kejut jantung portabel atau Automated External Defibrillator (AED).
Disiplin APD Sejak dari Pikiran
Selain urusan darurat medis yang memacu adrenalin, perwira PDC juga kembali diingatkan untuk tidak teledor dalam hal preventif.
Edukasi mengenai pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) mutakhir dipaparkan ulang, khususnya yang berkaitan dengan Respiratory Protection (perlindungan pernapasan) dan Foot Protection (perlindungan kaki).
Baca juga:Â PDC Luncurkan Gerakan Tangan Kedua, Olah Limbah Tekstil Pekerja Jadi Produk Ekonomi Sirkular
Dua materi ini sengaja disuntikkan kembali guna meminimalkan risiko paparan bahaya dan kecelakaan kerja fatal di area operasional lapangan yang tinggi risiko.
Melalui rangkaian simulasi dan edukasi berkala ini, PDC berharap budaya K3 dapat tertanam kuat di hati sanubari seluruh karyawannya.
Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional industri energi nasional dengan menaruh keselamatan manusia di atas segalanya. (*)




