Baca Juga: BNI-OJK Ajak Pelajar Kenali Program SiMuda
Secara tren, jumlah rekening pelajar juga terus menunjukkan peningkatan, yakni tumbuh sebesar 1,25% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal ini mengindikasikan semakin luasnya akses dan partisipasi pelajar dalam sistem keuangan formal.
“Sementara itu, dari sisi nominal simpanan, memang terdapat fluktuasi dalam jangka pendek, namun secara umum masih menunjukkan tren yang positif dan sejalan dengan karakteristik tabungan pelajar yang cenderung dinamis,” jelas Dicky.
Ia menambahkan, “Meskipun kontribusinya terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih relatif terbatas, tabungan pelajar memiliki nilai strategis dalam memperluas basis nasabah perbankan di masa depan sekaligus membangun budaya menabung sejak dini.”
Optimisme di Akhir Tahun 2026
Menatap sisa tahun 2026, OJK memasang target optimis bahwa tren hijau ini akan terus melaju hingga akhir tahun. Fokus utama lembaga pengawas ini tidak lagi sekadar menambah lembaran rekening baru, melainkan mendorong agar rekening-rekening yang sudah ada bisa digunakan secara aktif oleh para siswa.
Baca Juga: Sasar Siswa Madrasah, BCA Syariah Kebut Inklusi Keuangan Lewat Program KEJAR
Lewat penguatan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta kolaborasi intensif bersama pihak sekolah dan industri perbankan, edukasi keuangan akan terus digenjot demi menciptakan pertumbuhan DPK yang berkelanjutan.
“OJK optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026, didukung oleh penguatan Program KEJAR, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” pungkas Dicky mantap. (*)



