Untuk mendukung proses tersebut, Trakindo juga memberikan pendampingan dan sumber daya yang dibutuhkan sekolah dalam mengembangkan inovasi. Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, guru pendamping menyebut adanya fasilitas riset, pendanaan, dan trainer yang membantu siswa serta guru selama proses pengembangan inovasi. Sementara di SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Trakindo memberikan pelatihan kepada guru dan siswa mengenai Sekolah Ramah Anak, serta dukungan material untuk membantu proses riset dan pengembangan inovasi.
Candy Sihombing, selaku Corporate Communication & CSR Manager PT Trakindo Utama, mengatakan pengalaman kedua sekolah tersebut menunjukkan pentingnya memberi ruang bagi siswa untuk mengenali persoalan di lingkungan mereka dan mengambil bagian dalam mencari solusinya. “Ketika siswa diberikan ruang untuk memahami persoalan di sekitarnya dan dipercaya untuk mencari solusi, mereka belajar bahwa suara dan gagasan mereka dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah. Bagi kami, keberhasilan Program GENERASI tidak hanya terlihat dari lahirnya inovasi, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian dan kepercayaan diri siswa untuk menjadi bagian dari perubahan,” jelas Candy.
Kisah dari kedua sekolah tersebut menunjukkan bahwa sekolah ramah anak dapat dimulai ketika anak diberi ruang untuk bersuara, dipercaya untuk mencari solusi, dan dilibatkan dalam menciptakan perubahan. Dari langkah sederhana tersebut, lingkungan sekolah yang lebih aman dan suportif dapat tumbuh bersama.




