“Kami bangga melihat atlet-atlet muda Indonesia tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan pemain terbaik dunia,” ujar Okki.
Baca juga: Gandeng PBSI, BNI Jadikan Indonesia Open 2026 Kawah Candradimuka Atlet Muda
Capaian ini, sambingnya, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa dengan ekosistem pembinaan yang tepat, Indonesia akan terus melahirkan generasi juara yang menjaga tradisi prestasi bulu tangkis nasional.
Menjegal Raksasa Dunia lewat Duel Sengit
Jalan yang dirintis Raymond/Joaquin menuju babak final terbilang berdarah-darah. Mereka dipaksa melakoni ujian mental bertubi-tubi dengan menghadapi para raksasa bumi.
Salah satu tinta emas paling ikonik dalam turnamen level Super 1000 ini adalah ketika duet muda nusantara tersebut berhasil menjegal unggulan kedua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Kemenangan itu seolah menjadi penanda bahwa mental bertanding mereka sudah setara dengan jajaran pemain kelas dunia.
Napas kuda dan ketenangan Raymond/Joaquin kembali diuji pada babak perempat final. Berhadapan dengan mantan juara dunia dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, ganda muda Indonesia ini dipaksa memeras keringat lewat duel melelahkan sepanjang tiga gim.
Baca juga: Indonesia Open 2026: BNI Sokong 21 Atlet Bulutangkis Nasional di Istora Senayan
Karakter juara dan ketangguhan psikologis dalam meredam tekanan suporter Istora akhirnya menjadi modal penting yang meloloskan mereka ke partai final untuk menantang wakil Malaysia lainnya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Sinyal Positif dari Sektor Ganti Putri




