Geliat regenerasi dari investasi BNI dan PBSI tidak hanya dimonopoli oleh sektor ganda putra. Dari nomor ganda putri, pasangan belia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga sukses mencuri perhatian publik setelah bertarung habis-habisan hingga menembus babak semifinal.
Langkah mereka baru terhenti setelah dihadang oleh ganda putri nomor satu dunia asal Tiongkok, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dengan skor ketat 17-21, 16-21.
Manajemen BNI menilai kekalahan tersebut justru menjadi laboratorium berharga untuk menempa kematangan taktis Rachel/Febi di level elite.
Menurut Okki, Rachel dan Febi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, serta kualitas permainan yang patut diapresiasi.
Baca juga: Perjuangan Luar Biasa Sektor Ganda Putra Indonesia dalam Babak Semifinal Indonesia Open 2025
Menghadapi pasangan nomor satu dunia tentu bukan tantangan yang mudah, namun mereka mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan terbaik.
“Kami optimistis pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka ke depan,” tutur Okki memberikan angin segar.
Sebagai mitra strategis, BNI menegaskan tidak akan mengendurkan sabuk dukungan terhadap cetak biru pembinaan PBSI.
Bank berlogo angka 46 ini berkomitmen untuk terus mengawal perputaran roda kompetisi dari tingkat dasar hingga memoles talenta muda menuju level dunia demi menjaga martabat olahraga nasional di mata internasional.
BNI meyakini bahwa prestasi internasional tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.




