Baca Juga: Kemenperin Perkuat Branding IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Indonesia
Dengan nilai pasar industri yang mencapai USD 9,74 miliar dan proyeksi pertumbuhan tahunan di angka 4,3 persen, Indonesia memiliki peluang besar memperkuat posisi di rantai pasok dunia.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan pentingnya standarisasi keamanan produk bagi IKM.
“IKM kosmetik juga harus peka dan paham tentang berbagai standar keamanan dalam menghadirkan produk kosmetik yang berkualitas,” kata Reni saat meresmikan fasilitas manufaktur Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang.
Strategi Penguatan Bahan Baku Lokal
Guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan, Kementerian Perindustrian mendorong IKM untuk melakukan restrukturisasi mesin dan memperluas kemitraan rantai pasok.
Baca Juga: Kementerian Perdagangan Amankan 415.035 Kosmetik Impor Ilegal Seniai Rp11,45 Miliar
Fokus utama lainnya adalah optimalisasi bahan baku lokal guna menekan ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa kehadiran fasilitas produksi modern menjadi sinyal optimisme Indonesia untuk menjadi pemain utama dunia.
“Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional, memperkuat kemitraan dengan IKM, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru,” tutur Budi.
Melalui program pendampingan sertifikasi dan izin edar yang masif, pemerintah berharap merek-merek lokal tidak hanya menjadi pengikut tren, tetapi mampu menciptakan inovasi yang menjawab kebutuhan pasar wellness global yang kian dinamis. (*)




