URBANCITY.CO.ID – Indonesia dan Jerman terus memperkuat posisi sebagai pilar ekonomi di kawasannya masing-masing melalui kolaborasi perdagangan yang lebih komprehensif.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa kedua negara merupakan mitra strategis prioritas yang memiliki struktur industri saling melengkapi.
Dalam acara Business Talk di Jakarta, Kamis, 30 April 2026, Wamendag Roro menyoroti urgensi penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang kini memasuki tahap akhir peninjauan hukum.
“Kami optimistis proses ini akan selesai sesuai jadwal, dapat ditandatangani pada akhir 2026, dan mulai diterapkan pada awal 2027,” ujar Roro Esti.
Baca Juga: PM Sanae Takaichi dan Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis, Fokus pada Sektor AI dan Maritim
Ia menambahkan bahwa perjanjian ini akan memberikan kepastian hukum dan insentif bagi investasi di sektor industri hijau serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Tren Positif Perdagangan Dua Arah
Kinerja perdagangan kedua negara menunjukkan dinamika yang signifikan. Pada 2025, ekspor mesin cetak Indonesia ke Jerman menembus angka USD 281 juta. Di sektor komoditas, ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah melonjak tajam sebesar 175 persen dengan nilai USD 243 juta.
Sebaliknya, Indonesia menjadi pasar potensial bagi produk industri Jerman. Ekspor pipa dan tabung baja Jerman ke tanah air tumbuh 225 persen dengan nilai USD 215 juta pada periode yang sama.
Data perdagangan periode Januari—Februari 2026 mencatat total transaksi sebesar USD 860,6 juta, dengan posisi impor Indonesia dari Jerman masih mendominasi di angka USD 529,5 juta.




