Meskipun panitia mencoret namanya dari lembar statistik resmi, publik tetap menganggap pemain kelahiran Aljazair ini sebagai penyelamat muka Qatar dari kekalahan.
Baca juga:Â Piala Dunia 2026: Tembok Kokoh Ekuador Redam Kecepatan Pantai Gading di Grup E
Pembatalan gol ini juga memicu rumor miring mengenai hilangnya hak bonus individu Khoukhi dari kantong federasi domestik.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa manajemen timnas Qatar menjanjikan insentif finansial yang sangat besar untuk setiap pemain yang mencetak gol di Piala Dunia.
“Oleh karena itu, penetapan FIFA bahwa ini adalah gol bunuh diri dapat memengaruhi bonus individu Khoukhi, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Asosiasi Sepak Bola Qatar,” tulis laporan internal tim.
Menghapus Rekor Emas Pemain Naturalisasi di Panggung Dunia
Khoukhi sendiri memiliki rekam jejak yang panjang di kompetisi domestik Qatar sejak memutuskan pindah dari Aljazair untuk membela Al Arabi pada 2009.
Ia kemudian menyeberang ke klub raksasa Al Sadd pada 2017 dan resmi menyandang status sebagai warga negara Qatar sejak 2013.
Baca juga:Â Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Bagaimana Aturan FIFA Sebenarnya?
Sang kapten saat ini mengoleksi 125 penampilan bersama tim nasional dengan torehan 20 gol di berbagai kompetisi resmi tingkat Asia.
Revisi dari FIFA ini otomatis menunda ambisi Khoukhi untuk menorehkan nama besarnya dalam buku sejarah pencetak gol debutan Piala Dunia.
Meskipun demikian, sundulan maut pemain bernomor punggung kokoh ini sukses membuyarkan skema kemenangan pelatih Swiss yang sudah di depan mata.




