URBANCITY.CO.ID – Akses jaringan internet yang cepat dan murah bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok yang setara dengan air dan listrik.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkomitmen untuk ikut mengawinkan pembangunan fisik hunian dengan infrastruktur digital yang merata bagi masyarakat luas.
Komitmen ini ditegaskan oleh Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, saat menghadiri The Grand Launching Ceremony of IRA (Internet Rakyat) di kantor PT Solusi Sinergi Digital, Jakarta, Selasa (26/5).
Kehadiran Fahri menjadi simbol dukungan penuh negara terhadap lahirnya inovasi teknologi yang ramah di kantong rakyat kecil.
Baca Juga: BNI Tutup Layanan Internet Banking Mulai 21 April 2026, Nasabah Diminta Migrasi
Gebrakan bertajuk IRA ini bukan peluncuran biasa. Layanan ini mencatatkan sejarah baru sebagai internet berbasis teknologi 5G FWA 1.4GHz pertama di dunia.
Hebatnya lagi, jaringan IRA dirancang khusus untuk mendobrak ketimpangan digital dengan target jangkauan yang sangat luas, mulai dari ujung Pulau Jawa hingga melintasi samudra ke Maluku dan Papua.
Masyarakat nantinya bisa menikmati berselancar di jagat maya dengan merata hanya dengan membayar biaya langganan yang sangat miring, yakni di kisaran Rp100 ribu per bulan.
Infrastruktur Murah Demi Dongkrak Ekonomi Nasional
Lompatan teknologi ini juga mendapat perhatian serius dari tokoh usaha nasional, Hashim Djojohadikusumo.
Dalam sambutannya, Hashim menyebut kehadiran internet murah ini akan menjadi kartu as atau game changer yang mampu mengubah wajah perekonomian dan memicu pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.




