Kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi otomotif nasional pun merangkak naik ke angka 11,1 persen.
Baca Juga: SPKLU Ultra Fast Charging 480 kW Hadir di Serpong: Cas Mobil Listrik Cukup 20 Menit
Menuju Produksi Massal 2028
Salah satu manuver strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah adalah pembentukan perusahaan khusus untuk memproduksi mobil listrik nasional.
Proyek ini diproyeksikan mulai melakukan produksi massal pada 2028 guna memperkuat kedaulatan industri otomotif lokal.
Agus menjelaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada integrasi hulu ke hilir. Indonesia kini telah memiliki rantai pasok baterai yang komplet, mulai dari proses pemurnian (refinery), produksi sel baterai, hingga industri daur ulang (recycling).
“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini,” tambahnya.
Baca Juga: Jepang Kembangkan Bahan Bakar Alternatif dari Kayu dan Kertas untuk Saingi Mobil Listrik
Kehadiran pemain besar seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, hingga Industri Baterai Indonesia kian memperkokoh posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik utama di kawasan Asia Tenggara.
Dengan fondasi yang semakin solid, Indonesia optimistis mampu bertransformasi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global. (*)






