Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak (3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, 4.630 rusak ringan).
Baca Juga: Gempa M 7,7 Filipina Picu Tsunami Minor di Sembilan Wilayah Indonesia, BMKG: Sudah Aman
Kabupaten Ngada membukukan 8.129 unit rusak (1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, 4.478 rusak ringan), dan Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak (939 rusak berat, 622 rusak sedang, 2.013 rusak ringan).
Validasi Data Demi Kepastian Alokasi Bantuan dan Aset
“BNPB menegaskan bahwa angka tersebut merupakan data sementara yang masih melalui tahapan verifikasi dan validasi. Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” terangnya.
Aparatur pemerintah saat ini telah mengantongi data sementara berbasis by name by address (BNBA) hingga tingkat desa untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Baca Juga: Kementerian PU Lakukan Mitigasi Hadapi Potensi Gempa Bumi
Tim teknis terus mempercepat penginputan data Kabupaten Manggarai agar rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.
Pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo menjalankan proses verifikasi lapangan secara ketat menggunakan instrumen standar BNPB.
Kepala daerah akan segera menerbitkan surat keputusan penetapan data valid, sementara BNPB menyiapkan uji petik (sampling) lanjutan demi menjamin akurasi data sebelum realisasi program rekonstruksi.
Standardisasi Hunian Tahan Bencana Ciptakan Nilai Tambah




