URBANCITY.CO.ID – Guncangan tektonik hebat di negara tetangga kembali mengirimkan gelombang kejut ke wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam adanya aktivitas tsunami minor yang menerjang sejumlah wilayah pesisir di tanah air.
Fenomena ini dipicu oleh gempa bumi berkekuatan masif magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina.
Otoritas pemantau gempa mencatat setidaknya ada sembilan daerah di Indonesia yang terkena rembetan gelombang tsunami tersebut.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan bahwa lembaganya sempat mengeluarkan empat kali pemutakhiran peringatan dini secara berturut-turut sejak gempa di Mindanao itu terjadi.
Baca juga:Â Suhu Dingin Ekstrem di Agustus 2025, Warganet Mengeluh dan BMKG Berikan Penjelasan
Dalam laporan teranyar, radar BMKG menangkap adanya tambahan dua wilayah baru yang ikut terdeteksi mengalami kenaikan permukaan air laut.
BMKG melaporkan ada 9 daerah yang diterjang tsunami minor usai gempa tersebut, sebagai berikut:
1. Loloda, Maluku Utara: Gelombang tiba pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian tercatat 9 sentimeter.
2. Ulu Siau, Sulawesi Utara: Gelombang menyentuh daratan pada pukul 07.27 WIB setinggi 18 sentimeter.
4. Melonguane, Sulawesi Utara: Air laut naik setinggi 32 sentimeter pada pukul 07.27 WIB.
5. Tahuna, Kepulauan Sangihe: Tsunami minor setinggi 30 sentimeter terdeteksi pada pukul 06.58 WIB.
6. Paleleh, Sulawesi Tengah: Kenaikan gelombang mencapai 45 sentimeter pada pukul 07.34 WIB.




