Petualangan mereka dimulai dari kemegahan Jembatan Barelang di Batam, menyusuri jejak sejarah gurindam di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, hingga menikmati eksotisme resor kelas dunia di kawasan wisata Lagoi, Bintan.
Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, Kemenpar Gelar BBWI Travel Fair 2026 di Surabaya
Tak hanya pelesiran, agenda padat ini mengombinasikan wisata budaya, belanja, inspeksi hotel, hingga sesi business networking guna mempertemukan para pengusaha Malaysia dengan pelaku industri pariwisata lokal.
Sinergi ini terwujud berkat kolaborasi erat Kemenpar dengan dinas pariwisata daerah, ASITA, hingga operator pelabuhan dan hotel setempat.
Menurut Made, Kepri punya modal lengkap yang sangat disukai oleh karakter turis Malaysia. Mulai dari kemudahan akses laut, kuliner halal yang melimpah, hingga atmosfer lingkungan yang terasa akrab layaknya rumah sendiri.
“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” tambah Made.
Baca Juga: Kemenpar Dorong Sport Tourism Lansia Lewat Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta
Pintu Masuk Jalur Laut Batam Melonjak Tajam
Potensi Kepri sebagai pendulang devisa negara memang bukan isapan jempol. Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) sepanjang tahun 2025, bumi Kepri sukses menyedot lebih dari 2,1 juta kunjungan wisman serta menggerakkan 5,2 juta perjalanan wisatawan domestik.




