Sebagai perpanjangan tangan negara di pasar internasional, PIEP memikul beban berat untuk mengamankan pasokan minyak mentah guna dibawa pulang ke kilang domestik (crude return).
Direktur Utama Pertamina Internasional EP, Syamsu Yudha, menegaskan ketahanan energi nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia .
SDM itu sendiri harus mampu bernegosiasi dan berinovasi di lingkungan bisnis global yang heterogen dan penuh risiko politik.
Melalui kegiatan ini, PIEP ingin memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran strategis sektor energi dalam konteks global
“Sekaligus menanamkan pentingnya kepemimpinan dan kesiapan individu dalam menghadapi tantangan industri,” ujar Syamsu Yudha dalam paparan materinya.
Syamsu menggarisbawahi bahwa investasi pada manusia adalah harga mati bagi keberlanjutan pasokan energi.
Baca juga: PIEP Sabet Penghargaan Global di India Lewat Program CSR untuk Kelompok Rentan
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan SDM unggul sebagai fondasi ketahanan energi nasional,” katanya menambahkan.
Menambal Celah Teori dan Praktik Lapangan
Jalannya diskusi panel dipandu secara rigid oleh Christine Wowor, Sr. Expert Business Venture Pertamina Hulu Energi yang juga mewakili SPE Java Indonesia Section.
Forum ini juga membedah peta jalan kurikulum perguruan tinggi bersama Kepala Program Studi Manajemen FEB UGM dan perwakilan dekanat.
Pihak UGM menyoroti masih adanya jarak (gap) antara teori kebijakan energi di dalam ruang kelas dengan realitas geopolitik di lapangan.




