Baca juga:Â PIEP Sabet Optimus Award 2025, Lampaui Target RKAP Tiga Tahun Beruntun
Akademisi menilai mahasiswa harus dipaksa keluar dari zona nyaman teks akademis agar mampu membaca taktik korporasi global dalam mengamankan rantai pasok.
Selain itu, memitigasi risiko embargo atau konflik bersenjata di wilayah wilayah produsen migas.
Di sisi lain, kolaborasi ini diklaim sebagai langkah konkret PIEP dalam menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kontribusi tersebut mencakup pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Melalui transfer pengetahuan ini, PIEP berharap lahir talenta muda yang tidak gagap saat memegang kemudi transformasi energi nasional di masa depan.
Manajemen menegaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi.
Kemudian, kepemimpinan strategis, dan wawasan global demi mengamankan posisi tawar Indonesia di papan catur geopolitik dunia. (*)




