URBANCITY.CO.ID – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar ajang “Heritage in Motion: Collective Culture, Craft & Culinary” di Gedung Dekranasda Kalimantan Barat, Selasa (12/5/2026).
Agenda ini menempatkan koperasi sebagai motor utama bagi perajin dan UMKM lokal untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, produk wastra, kriya, hingga kuliner khas Kalimantan Barat diarahkan agar tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Koperasi Sebagai Solusi ‘Chief of Everything’
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Sita Ferry Juliantono, menyoroti tantangan klasik pelaku UMKM yang sering kali harus mengelola seluruh aspek bisnis sendirian atau menjadi Chief of Everything. Menurutnya, koperasi adalah solusi kolektif untuk memecah kebuntuan tersebut.
Baca Juga: Kemenkop dan BNSP Siapkan 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Profesional Lewat Sertifikasi
“Kita ingin memastikan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui koperasi, pelaku usaha bisa lebih fokus pada produksi dan kualitas, sementara aspek pemasaran dan pembiayaan ditopang secara kolektif,” ujar Sita dalam sambutannya.
Membangun Ekosistem Terintegrasi
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa Kemenkop berkomitmen membangun ekosistem yang mengonsolidasikan pelaku usaha dari hulu ke hilir.
Dengan bergabung dalam koperasi, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala ekonomi melalui akses permodalan dan penyediaan bahan baku yang lebih terjamin.




