URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau lahan usulan pembangunan Rumah Susun (Rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Senin, 16 Maret 2026.
Proyek ini dirancang sebagai solusi kelangkaan lahan hunian di Bali, dengan sasaran utama para pelaku seni dan budaya.
Lahan seluas 3.328 meter persegi milik Pemerintah Provinsi Bali tersebut akan disulap menjadi hunian vertikal yang terjangkau.
Maruarar, yang akrab disapa Ara, menegaskan bahwa pembangunan rusun subsidi merupakan jawaban atas tantangan keterbatasan lahan di kota besar seperti Denpasar.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 400 Ribu Rumah Bedah BSPS: Sikat Pungli dan Korupsi!
“Di kota-kota seperti Denpasar, ketersediaan lahan menjadi tantangan. Karena itu, pembangunan hunian vertikal seperti rusun menjadi solusi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Menteri Ara.
Sentuhan Budaya dan Penghormatan bagi Seniman
Satu hal yang menjadi sorotan dalam proyek ini adalah instruksi khusus Menteri Ara agar desain bangunan tetap selaras dengan karakter dan kearifan lokal Bali.
Tak hanya soal estetika, aspek kemanfaatan rusun ini juga diarahkan secara spesifik untuk menyokong ekosistem pariwisata Bali melalui penguatan kesejahteraan seniman.
“Seniman Bali memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan devisa negara. Karena itu, saya juga mengusulkan agar rusun ini dapat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman,” tegas Ara.




