URBANCITY.CO.ID - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memuji transformasi ekonomi Indonesia dalam 20 tahun terakhir luar biasa. Pujian itu diunggah melalui akun Instagram @the_imf yang dikutip Senin (31/12/2024). "Negara kepulauan yang luas dengan 270 juta penduduk, membentang 3.300 mil dari barat ke timur, sama jaraknya dengan London ke Kabul, berhasil meningkatkan GDP (Produk Domestik Bruto)-nya empat kali lipat menjadi US$ 1,4 triliun," tulis akun Instagram resmi IMF tersebut. Selain itu, IMF menyatakan, tingkat kemiskinan Indonesia juga menurun 10 kali lipat, dari sebelumnya lebih dari 20 persen penduduk hidup dengan penghasilan kurang dari US$2,15 per hari, kini menjadi kurang dari 2 persen. "Bahkan, DKI Jakarta mencatatkan pendapatan rata-rata hampir sama dengan Polandia, dan tidak jauh dari Portugal," tulis IMF dalam unggahannya. IMF menambahkan, per April 2024 pertumbuhan PDB (ekonomi) Indonesia tercatat di level 5 persen, dengan inflasi di level 2,5 persen. Kendati memuji transformasi ekonomi Indonesia dalam 20 tahun terakhir, berdasarkan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di angka 5,1 persen dalam lima tahun ke depan (2024-2029). Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/bi-proyeksikan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2025-antara-48-56-persen/">BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Antara 4,8-5,6 Persen</a> Unggahan IMF itu juga dimuat di situs resmi Kementerian Keuangan, Senin (30/12/2024), disertai potongan tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang diungkapkannya saat diwawancarai Finance & Development Magazine milik IMF.<!--nextpage--> Menkeu menyebut kebijakan ekonomi yang fokus pada penguatan fiskal dan iklim investasi, menjadi kunci keberhasilan reformasi ekonomi Indonesia itu. Menurut Menkeu Sri Mulyani, Indonesia membangun infrastruktur dan memperbaiki iklim investasi melalui perubahan undang-undang guna menciptakan ekosistem yang baik. Indonesia juga berinvestasi dalam SDM dengan mengalokasikan 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Melalui beasiswa, Indonesia disebut Sri Mulyani telah membiayai 50.000 orang untuk belajar di universitas terbaik dunia. "Namun, kami tidak bisa mendanai semuanya dengan uang publik (APBN). Karena itu kami mengembangkan kemitraan publik dan swasta, serta terus meningkatkan iklim bisnis dan investasi,” kata Menkeu. Tentang proyeksi IMF mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan dalam lima tahun ke depan, Menkeu menyatakan, Indonesia tetap optimis dan terus berupaya memperkuat ekonomi domestik dengan menjaga daya saing dan investasi yang berkelanjutan. “Saat ini Indonesia dalam posisi yang lebih kuat dan kompetitif. Bahkan, ketika dunia sedang terpuruk dalam krisis, Indonesia memanfaatkan krisis untuk menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg reformasi lebih lanjut," tegasnya. Sri Mulyani mengakui, reformasi ekonomi itu tidak selalu mudah. Ada saja pihak-pihak yang kontra karena kepentingannya terganggu. Tapi, dengan dukungan masyarakat yang percaya bahwa hal itu dilakukan dengan tulus untuk memperbaiki negara, ia yakin reformasi itu bisa diteruskan.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid">GOOGLE NEWS</a></strong>