URBANCITY.CO.ID – Penetapan Jakarta sebagai markas Sekretariat Regional ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP) mengukuhkan posisi tawar Indonesia di panggung ekonomi regional.
Transformasi ini menghadirkan angin segar bagi kalangan profesional muda perkotaan yang membidik mobilitas karier lintas batas di Asia Tenggara tanpa hambatan sertifikasi kompetensi.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji dan Executive Director ASEAN MRA-TP Regional Secretariat Citra Handayani Nasruddin meresmikan kemitraan strategis ini lewat penandatanganan Host Country Agreement (HCA) di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyampaikan apresiasi kepada Sekretariat ASEAN atas dukungan dan pendampingan yang diberikan dalam proses menuju operasionalisasi Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP di Indonesia.
Baca Juga:Â Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Kapasitas Ditargetkan Capai 1 GW pada 2029
Menurut Bayu, kehadiran sekretariat ini berfungsi strategis sebagai katalis pertukaran talenta andal sekaligus ruang berbagi inovasi industri hospitality antarnegara anggota.
“Kehadiran Sekretariat Regional di Indonesia diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi, mobilitas, serta daya saing SDM pariwisata di kawasan Asia Tenggara,” ujar Bayu.
Asisten Deputi Hubungan Antarlembaga Internasional Kementerian Pariwisata Zulkifli Harahap menegaskan bahwa payung hukum ini mempercepat modernisasi kualifikasi profesi.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat terus tumbuh, berkontribusi pada pengembangan ASEAN MRA-TP lebih lanjut, meningkatkan kualitas tenaga kerja pariwisata, dan meningkatkan penerapan pariwisata berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” kata Zulkifli.
Baca Juga:Â Prabowo Batalkan Kunjungan ke KTT Rusia-ASEAN demi Agenda Dalam Negeri
Magnet Baru Investasi Hospitalitas Regional
Konektivitas kawasan ini memicu akselerasi investasi pada ekosistem lifestyle, jaringan hotel butik, hingga bisnis leisure modern di kota-kota besar Indonesia.
Kerangka kerja ASEAN MRA-TP yang dirintis sejak penandatanganan di Bangkok pada 9 November 2012 kini menemukan poros eksekusinya di Jakarta setelah melalui proses panjang pascapandemi.
Dukungan fasilitas dan operasional (in-kind contribution) dari Indonesia untuk periode 2026–2028 mempertegas komitmen memimpin standardisasi layanan berbasis teknologi dan adaptasi tren digital bagi pelancong kosmopolitan.
Baca Juga:Â ASEAN-Japan Forum Cetak Talenta Industri Indonesia Unggul di Pasar Global
Kehadiran pusat regional ini secara langsung memangkas kesenjangan kualitas SDM, memfasilitasi kebutuhan korporasi internasional akan tenaga kerja bersertifikasi global, serta menciptakan kepastian iklim usaha di sektor hospitality.
Sinergi Komite Model Profesional Pariwisata ASEAN turut memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi selalu selaras dengan dinamika industri rekreasi mutakhir.
Pilar Ekonomi Tangguh Menopang Ekosistem Kota
Deputy Secretary-General of ASEAN for Community and Corporate Affairs Nararya S. Soeprapto yang mewakili Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn menggarisbawahi kontribusi vital pariwisata terhadap perputaran modal kawasan.
Baca Juga:Â Presiden Prabowo di KTT ASEAN: Tanpa Pangan Tidak Ada Kemerdekaan dan Perdamaian
Pertumbuhan sektor ini tercermin dari realisasi 147 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2025—dengan pergerakan intra-ASEAN mendominasi 42 persen—serta sumbangan fantastis sebesar 414 miliar dolar AS (9,4 persen PDB ASEAN) yang menopang 46 juta lapangan kerja.
“Setiap perjalanan melibatkan orang-orang, mulai dari resepsionis yang menyambut wisatawan, koki yang berbagi warisan kuliner, pengemudi, porter, dan lainnya. Itulah mengapa tenaga kerja pariwisata yang terampil, profesional, dan terlatih merupakan fondasi sektor pariwisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan tangguh. ASEAN MRA-TP diciptakan untuk memperkuat fondasi tersebut,” kata Nararya.
Executive Director ASEAN MRA-TP Regional Secretariat Citra Handayani Nasruddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kesediaannya menjadi tuan rumah Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP.
Citra menekankan misi sekretariat dalam membangun ekosistem kolaboratif yang responsif terhadap percepatan ekonomi perkotaan dan kebutuhan dunia usaha.
Baca Juga:Â Presiden Prabowo Ajak ASEAN Percepat Diversifikasi Energi Hadapi Krisis Global
“Namun, ini bukan sesuatu yang dapat dicapai oleh sekretariat sendirian. MRA-TP merupakan upaya kolektif ASEAN. Oleh karena itu, kemajuan berkelanjutannya akan bergantung pada keterlibatan negara-negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, badan-badan profesional dan sertifikasi pariwisata nasional, industri, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta mitra-mitra kami di seluruh kawasan dan sekitarnya,” ujar Citra.




