Paviliun ini mengangkat tema “Navigating Industrial Futures” dengan menampilkan lima sektor unggulan, yaitu industri agro, kimia dan farmasi, manufaktur khusus, manufaktur lanjutan, serta kawasan industri.
Fasilitas ini memfasilitasi berbagai forum bisnis bilateral dan pertemuan tingkat tinggi untuk mengonkretkan kerja sama manufaktur.
Kehadiran Indonesia di INNOPROM 2026 membuktikan posisi negara sebagai pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara.
Dengan peringkat ke-13 dunia berdasarkan nilai Manufacturing Value Added (MVA), Indonesia siap menarik minat investor global.
Baca juga: Kemenperin Buka Pendaftaran IHYA 2026, Pacu Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Sinergi ini juga menjadi pembuktian peran vital Indonesia dalam ekosistem industri global setelah suksesnya kerja sama strategis antara pemerintah kedua negara dalam satu tahun terakhir.
Akselerasi Kerja Sama Bilateral
Perkembangan positif hubungan ekonomi Indonesia-Rusia tercatat melalui nilai perdagangan bilateral yang mencapai USD 1,876,370 ribu pada 2025.
Realisasi investasi Rusia di Indonesia pun menunjukkan tren positif dengan angka mencapai USD 262,8 juta.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada April 2026 lalu di Moskow semakin memperkokoh kesepahaman di sektor energi, hilirisasi, dan teknologi industri.
Penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA) menjadi gerbang pembuka akses pasar yang lebih luas.
Baca juga: Kemenperin Pacu Digitalisasi Industri Susu Nasional, Peluang Program Makan Bergizi




