URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban modern semakin menyadari bahwa kesuksesan karier dan kecerdasan emosional berakar kuat pada stimulasi pendidikan anak usia dini.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah terobosan melalui program Wajib Belajar 13 Tahun guna menjamin setiap anak memperoleh stimulasi kognitif terbaik sejak fase emas.
Pemerintah menggeber pembangunan sarana belajar di 14.000 desa yang belum tersentuh fasilitas taman kanak-kanak guna mengikis disparitas mutu antardaerah.
Inisiatif afirmatif ini merefleksikan nilai investasi sosial jangka panjang untuk membangun fondasi sumber daya manusia yang adaptif, mandiri, dan tangguh.
Baca Juga :Â Kementerian Ekraf dan Kemendikdasmen Garap Modul SMK, Targetkan Serap 27 Juta Pekerja Kreatif
Kemendikdasmen menyelaraskan perbaikan fasilitas fisik gedung dengan kualifikasi tenaga pendidik agar proses tumbuh kembang anak berjalan optimal sesuai standar kenyamanan ruang bermain modern.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menggarisbawahi urgensi pemangkasan kesenjangan fasilitas pendidikan saat membuka acara di Jakarta.
“Meskipun kalau kita lihat di Jakarta, Lampung, atau mungkin Jawa Barat, sebagian besar desa sudah terjangkau bahkan satu desa memiliki beberapa TK, masih ada dalam data kami 14.000 desa yang belum memiliki taman kanak-kanak,” ujar Abdul Mu’ti dalam acara Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan PAUD Angkatan ke-90 di Jakarta, Selasa (3/11).




