URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat urban modern semakin menyadari bahwa kecerdasan emosional dan imajinasi kreatif merupakan modal investasi sosial paling berharga bagi masa depan generasi muda.
Pola asuh kota masa kini tidak lagi terpaku pada kepatuhan kaku, melainkan menuntut ruang apresiasi terhadap keunikan gagasan setiap anak.
Merespons pergeseran paradigma tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar nonton bareng dan diskusi film Na Willa di Jakarta, Rabu (4/11), dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2026.
Inisiatif ini menempatkan figur pendidik dan orang tua sebagai mitra dialog sejajar yang memvalidasi rasa ingin tahu anak.
Baca Juga: Festival Dalang Anak 2026: Investasi Karakter Generasi Muda dan Aset Kreatif Bangsa
Kolaborasi seni visual dan edukasi memperkuat literasi kultural generasi belia perkotaan agar tumbuh menjadi pribadi yang peka nurani, berkarakter teguh, serta berani menyuarakan mimpi-mimpinya di tengah era disrupsi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi adaptasi karya sastra ke layar lebar sebagai instrumen edukasi publik yang kaya makna moral.
“Anak-anakku sekalian, selamat menonton film ini. Mudah-mudahan nanti dapat inspirasi dan semangat. Menulis adalah kreativitas yang membuat kita ini hadir, tidak hanya bersama orang yang ada di depan kita, tetapi juga bersama pembaca,” ujar Abdul Mu’ti.
Sastra dan Sinema Perkaya Literasi Emosional Generasi Muda Kota
Mendikdasmen menilai gelombang adaptasi karya sastra menjadi tontonan berkualitas mencerminkan kematangan apresiasi kultural masyarakat metropolitan.




