Kemdiktisaintek merespons tren mobilitas global ini dengan menjajaki aliansi strategis bersama institusi terkemuka dunia, seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Imperial College London.
Kemitraan ini memberi ruang akselerasi bagi talenta nasional untuk menyerap teknologi mutakhir dan mengadopsi standar ekosistem sains terbaik dunia.
LPDP menegaskan komitmen penuh untuk membiayai agenda riset bersama kementerian dengan mengedepankan tata kelola akuntabel dan capaian performa terukur.
Skema pendanaan ini memastikan setiap rupiah dana abadi pendidikan bertransformasi menjadi modal intelektual yang memicu lahirnya solusi nyata bagi masyarakat perkotaan.
Baca Juga: Investasi Talenta Global: Mendiktisaintek dan UGM Pacu Kualitas Pendidikan Modern
“Kami siap mendukung Kemdiktisaintek, dan kami secara rutin sudah berdiskusi dengan direktorat terkait mengenai pembahasan ini,” ujar Plt. Kepala LPDP.
Mengamankan Layanan Medis Modern Melalui Skema Kolaborasi Beasiswa
Kebutuhan masyarakat kota terhadap layanan kesehatan prima berbanding lurus dengan pentingnya ketersediaan tenaga medis spesialis yang mumpuni dan merata.
LPDP saat ini mengalokasikan kuota 600 hingga 750 penerima beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari target keseluruhan 1.000 beasiswa. Kemdiktisaintek mendorong pemerintah daerah dan kampus swasta ikut berpartisipasi melalui skema pendanaan bersama (co-funding) demi mempercepat pemenuhan kuota tersebut.
Baca Juga: ITB dan PERURI Racik Chip E-Paspor Lokal, Buka Peluang Investasi Semikonduktor




