Ia meyakini bahwa kematangan tim hanya bisa dicapai melalui pengulangan pola permainan yang ajek.
“Penting bagi pemain untuk mendapatkan pengulangan itu. Jadi, FIFA Matchday ini sedikit tentang bereksperimen, tetapi bagi saya ini lebih tentang konsistensi. Kami memiliki pemain yang melalui karir profesional mereka telah mendapatkan hak untuk memulai pertandingan,” imbuhnya.
Baca juga: Isu Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Bagaimana Aturan FIFA Sebenarnya?
Sinyal Bahaya dari Boyolali
Di tengah persiapan taktik tersebut, satu nama muncul sebagai pusat perhatian sang juru taktik: Dony Tri Pamungkas. Bek muda asal Boyolali ini dinilai tampil melampaui ekspektasi hingga memaksa para pemain senior untuk waspada.
Herdman tak segan menyebut performa Dony sebagai “peringatan” bagi pemain yang lebih berpengalaman agar tidak berada di zona nyaman.
“Saya pikir dia (Dony Tri Pamungkas) memberikan banyak peringatan kepada pemain-pemain senior sekarang,” kata Herdman blak-blakan.
Kemampuan adaptasi yang cepat dan mentalitas baja Dony dianggap sebagai aset vital bagi masa depan sepak bola nasional. Herdman memandang kemunculan Dony bukan sebagai ancaman, melainkan mesin penggerak persaingan sehat di dalam internal tim.
Baca juga: Boikot Piala Dunia 2026: Ribuan Tiket Dibatalkan Akibat Kebijakan AS
“(Hal itu) untuk terus meningkatkan kualitas diri agar tetap bisa bersaing di Timnas Indonesia. Sangat menarik untuk dilihat ke depan,” tandas Herdman.
Kini, publik menanti apakah jurus jitu Herdman dan determinasi Dony mampu menjinakkan “The Mambas” dari Afrika pada laga yang akan disiarkan mulai pukul 20.00 WIB nanti. (*)




