Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Ajak Anak Indonesia Berani Bermimpi lewat Film ‘Na Willa’
“Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki produk kreatif, tetapi juga kapasitas untuk membangun pengaruh melalui budaya, inovasi, dan talenta,” tambah Irene.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas negara menjadi penting agar karya kreatif Indonesia semakin terhubung dengan ekosistem global dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Sebagai pemanasan menuju pasar Eropa, Kementerian Ekraf rupanya tengah mematangkan agenda internasionalisasi di Asia Tenggara. Proyek terdekat adalah aktivasi kreatif Indonesia di Singapura yang bakal memboyong subsektor musik, fesyen, desain, arsitektur, hingga industri hospitality.
Langkah ini sengaja dirancang untuk mendongkrak popularitas kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal di pasar luar negeri.
Baca Juga: Lawan Pembajakan Digital, Wamen Ekraf Irene Umar Kawal Revisi UU Hak Cipta
Peluang Emas Lewat Hubungan Sister City
Sinergi kreatif ini juga semakin menarik dengan diperkenalkannya Urban Green Goods Design Competition bertajuk ‘Together for Tomorrow: Bridging Cities, Shaping Futures’.
Kompetisi ini menantang para desainer lokal untuk melahirkan karya berbasis inovasi urban dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
CEO dan Co-Founder Hi Incubator sekaligus AsiaBerlin Ambassador, Daniel Tumewu, mengamini besarnya potensi kreatif Indonesia. Menurutnya, Berlin saat ini bertransformasi menjadi salah satu magnet startup dan ekosistem kreatif paling subur di Eropa yang sangat terbuka terhadap ide-ide segar dari luar.




