Optimalisasi Anggaran di Tengah Keterbatasan
Baca Juga: Kemenpar Lakukan Pivot: Fokus Pemasaran Pariwisata Dialihkan ke Asia Akibat Krisis Global
Meski menghadapi tantangan penurunan anggaran, dengan pagu indikatif 2027 sebesar Rp1,01 triliun, Kemenpar tetap berupaya maksimal.
Menteri Widiyanti menegaskan bahwa pihaknya akan mengelola setiap rupiah yang dialokasikan secara efisien untuk memberikan dampak nyata.
“Terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang optimal bagi pembangunan sektor pariwisata,” tutur Menteri Pariwisata.
Baca Juga: Kemenpar Perkuat Kompetensi SDM Aparatur Pariwisata, Hadapi Tantangan Dinamika Global VUCA
Kemenpar sendiri telah menyusun pemetaan perbedaan capaian antara skenario pagu indikatif dan pagu ideal.
Perbedaan ini mencakup jangkauan pembinaan SDM dan sertifikasi desa wisata
Kemudian, pemerintah dapat meningkatkan intensitas promosi internasional untuk menarik minat investor dan wisatawan.
Bukti Nyata Efektivitas Program
Keberhasilan program Kemenpar terlihat jelas pada pengembangan desa wisata.
Data menunjukkan pendapatan dari 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) meningkat pesat dari Rp38,48 miliar 2023 menjadi Rp59,60 miliar pada 2025.
Menteri Widiyanti menekankan bahwa dukungan anggaran bukanlah sekadar kebutuhan kelembagaan, melainkan investasi strategis
Sehingga, mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.




