URBANCITY.CO.ID – Menikmati lengkingan saksofon di tengah suhu dingin pegunungan bukan lagi sekadar hobi kelas menengah, melainkan telah menjelma menjadi instrumen penggerak ekonomi pariwisata.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi memberikan dukungan penuh pada perhelatan BRI Jazz Gunung Series 2026.
Ajang ini dinilai sukses mengawinkan pertunjukan musik jazz berkualitas dengan narasi pelestarian alam serta kekayaan budaya lokal di destinasi pegunungan ikonik tanah air.
Asisten Deputi Event Nasional Kemenpar, Ni Komang Ayu Astiti, menyebut konsistensi Jazz Gunung Indonesia patut menjadi cetak biru bagi daerah lain.
Festival ini dianggap tidak hanya piawai mengurasi daftar penampil, tetapi juga mampu menghidupkan ekosistem pariwisata di sekitar wilayah penyelenggaraan.
Baca juga: Bidik Pasar Premium, Kemenpar Gelar Luxury Business Gathering untuk Manjakan Wisnas
“Keberhasilan BRI Jazz Gunung Series dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan event serupa di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki kekuatan alam dan budaya,” kata Komang dalam keterangannya.
Siasat “Jazztination” dan Etika Lingkungan
Mengusung tema besar “Jazztination”, festival tahun ini mencoba membedah batas antara penikmat musik dan pelancong. Konsep ini menawarkan pengalaman sensorik: perjalanan fisik menuju lanskap pegunungan yang memukau sekaligus perjalanan batin melalui improvisasi musik jazz.
Tak sekadar panggung megah, ajang ini juga membawa beban moral pelestarian. Setelah menyabet penghargaan “Green Event of the Year 2025”, penyelenggara dituntut mempertahankan standar pengelolaan acara yang minim dampak buruk bagi lingkungan.




