Kegiatan business matching ini menghasilkan proyeksi kunjungan sebanyak 3.470 wisatawan dengan potensi devisa mencapai Rp9,4 miliar.
Pelaksanaan sales mission di Busan dan Gwangju menghasilkan potensi kunjungan sebanyak 3.470 orang dengan estimasi potensi devisa sekitar Rp9,4 miliar.
Baca juga:Â Kemenpar Dukung Ajang Grab Bintang 5 Awards 2026, Perkuat Posisi Gastronomi Indonesia
“Capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar Korea Selatan terhadap destinasi dan produk pariwisata Indonesia,” kata Made.
Sinergi Melalui Kerja Sama Strategis
Kemenpar meresmikan kemitraan jangka panjang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gwangju Metropolitan City Tourism Association (GMCTA).
Kesepakatan ini mencakup agenda pertukaran informasi pasar, penyelenggaraan seminar, serta berbagai kegiatan business-to-business (B2B) secara berkelanjutan.
Sinergi ini mempermudah pelaku industri dari kedua negara dalam menyusun paket wisata yang lebih kompetitif dan menarik.
Perluasan Akses Pasar Internasional
Pemerintah optimistis bahwa penguatan kolaborasi internasional ini mampu meningkatkan daya saing destinasi Indonesia secara signifikan.
Kemenpar akan terus memperluas penetrasi pasar Korea Selatan melalui promosi yang lebih terarah dan kolaboratif bagi para pelaku usaha.
Langkah ini diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan utama wisatawan mancanegara. (*)




