Kolaborasi Co-Branding di Tengah Persaingan
Meski mengalihkan fokus ke Asia, Made mengakui tantangan berat muncul dari persaingan ketat dengan negara-negara tetangga yang mengincar ceruk pasar serupa.
Sebagai solusinya, Kemenpar memperkuat program co-branding partners untuk meningkatkan daya tawar destinasi domestik.
Pemerintah menggandeng merek-merek lokal dan internasional dalam skema co-marketing guna memperluas jangkauan promosi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.
Baca Juga: Strategi Kemenpar di NATAS Travel Fair 2026: Usung Tema “Go Beyond Ordinary” untuk Pasar Singapura
“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” tuturnya.
Langkah adaptif ini mendapat apresiasi dari CEO The Iconomics, Bram S. Putro. Ia menilai keputusan Kemenpar untuk bergeser haluan di tengah disrupsi merupakan cerminan kepemimpinan yang tangguh.
Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis sektor pariwisata tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia. (*)






