Baca juga:Â Pangkas Biaya Produksi IKM Batik demi Gulung Tekstil Impor Printing
“Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional,” ujarnya.
Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa produk halal Indonesia tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang kuat di tingkat global.
Apresiasi untuk Seluruh Sektor
IHYA 2026 menyiapkan 22 penghargaan yang terbagi ke dalam tujuh kategori utama, mencakup perusahaan industri besar, IKM, kawasan industri, hingga lembaga jasa keuangan.
Pihak kementerian juga menjadikan ajang ini sebagai sarana sosialisasi pentingnya sertifikasi halal yang akan menjadi kewajiban per 18 Oktober 2026.
Kewajiban tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, hingga produk tekstil dan kosmetik.
Baca juga:Â Bidik Pasar Halal Global, Pengurus DPW IAEI Pacu Ekonomi Syariah di Provinsi Jambi
Antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya, terbukti dari partisipasi 1.031 peserta pada gelaran sebelumnya.
Kemenperin membuka pendaftaran IHYA 2026 secara gratis sejak 18 Juni hingga 24 Juli 2026 melalui portal resmi ihya.kemenperin.go.id.
Seluruh pelaku industri diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan pengakuan nasional serta memperluas jejaring bisnis mereka.
Wujudkan Visi Industri Halal Global
Pemerintah menargetkan ajang ini mampu mentransformasi pelaku industri agar lebih siap menghadapi tantangan pasar global yang semakin kompetitif.




