URBANCITY.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera memfokuskan kembali (refocusing) target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Manajemen lembaga merancang langkah strategis ini untuk mengoptimalkan penyerapan dana pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut perubahan sasaran tersebut sebagai upaya nyata.
Tujuannya, menghemat pengeluaran negara tanpa mengurangi esensi pemenuhan gizi makro.
Pihak BGN terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai kementerian teknis guna mematangkan formula pembagian makanan ini di lapangan.
Para pejabat berwenang menggodok ulang data realisasi penyaluran agar tidak memicu pemborosan anggaran operasional yang tidak perlu.
Baca juga: Wamenkeu Juda Agung: Pemerintah Efisienkan Belanja Negara dan MBG Demi Amankan Fiskal
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan beberapa Kementerian yang lain,” ucap Arumsari usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/6).
Prioritas Pemenuhan Gizi Sejak Dini
Kementerian Kesehatan menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Para pakar kesehatan menyebut fase krusial ini sebagai masa keemasan (golden period) pertumbuhan fisik dan kecerdasan intelektual anak.
Institusi negara menyerap masukan ilmiah tersebut untuk menyusun skala prioritas penerima bantuan pangan bergizi di berbagai daerah.
“Lalu sampai dengan 2 tahun nanti ada intervensi gizi lalu sampai dengan usia selanjutnya. Nah, bentuknya pemenuhan gizi,” kata Arumsari.




