URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sukses memperluas penetrasi ekspor produk kerajinan nasional ke pasar internasional.
Melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Kemenperin memboyong sejumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) kriya untuk unjuk gigi dalam ajang bergengsi Home InStyle 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre.
Langkah strategis ini membuahkan hasil manis. Produk kriya tanah air tidak hanya dibanjiri komitmen kontrak dagang dari para buyer global, tetapi juga berhasil mengamankan penghargaan prestisius berskala internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kreativitas dan kualitas material produk kerajinan buatan Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar dunia.
Baca Juga: Heritage in Motion: Strategi Dekranas Ubah Wastra dan Kriya Kalbar Jadi Kekuatan Ekonomi
“Ini merupakan suatu kebanggaan setiap kali Kemenperin memfasilitasi IKM dalam pameran internasional bergengsi, lalu membawa oleh-oleh berupa kontrak kerja sama dan jejaring pasar yang baru. Produk kerajinan IKM Indonesia memang layak bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Sabet Penghargaan Internasional dan Raup Potensi Kontrak Ratusan Juta
Dalam pameran yang digawangi oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) tersebut, Kemenperin memfasilitasi tiga IKM unggulan jebolan program Creative Business Incubator (CBI).




