Tak hanya itu, neraca perdagangan alat olahraga nasional juga terus surplus, dengan lonjakan ekspor 11,3 persen pada 2025 ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, hingga Inggris.
“Potensi tersebut menunjukkan bahwa industri pendukung ekosistem olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam penguatan struktur industri manufaktur Indonesia,” tambah Reni.
Jembatan Menuju ISAW September
Pertemuan bisnis ini sejatinya merupakan pemanasan. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, membocorkan bahwa agenda ini adalah bagian dari rangkaian menuju perhelatan utama ISAW 2026 yang dijadwalkan bergulir September mendatang.
Baca juga: Kemenperin Gandeng IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional
Lewat diskusi, pitching bisnis, dan networking, pemerintah berharap kolaborasi ini melahirkan kontrak-kontrak jangka panjang.
“Kehadiran buyer nasional maupun global diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan sehingga industri pendukung ekosistem olahraga tidak hanya memperoleh transaksi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri dan ritel secara lebih luas dan berkesinambungan,” tegas Reni.
Ke depan, Kemenperin berjanji akan terus mengawal komitmen ini melalui penguatan kapasitas SDM, fasilitasi promosi, hingga suntikan inovasi agar produk olahraga lokal semakin kompetitif di pasar global. (*)


