URBANCITY.CO.ID – Geliat gaya hidup sehat belakangan ini bukan sekadar tren di media sosial. Di sudut-sudut kota, pusat kebugaran menjamur, kompetisi lari rutin digelar, dan komunitas olahraga tumbuh subur.
Momentum inilah yang coba ditangkap oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendorong produk olahraga lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Langkah konkret diayunkan pada Rabu (3/6) lalu di Jakarta. Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Kemenperin menggelar Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation.
Hajatan ini mengumpulkan 22 Industri Kecil Menengah (IKM) pakaian, sepatu, dan alat olahraga untuk bertatap muka langsung dengan lebih dari 30 mitra strategis, mulai dari asosiasi ritel hingga federasi olahraga.
Baca juga: Tekan Impor 80 Persen, Kemenperin Pacu Hilirisasi Industri Susu Nasional
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sinergi ini sangat krusial untuk memperluas penetrasi pasar, baik domestik maupun ekspor.
“Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6).
Agus juga mengapresiasi keterlibatan aktif berbagai pihak, seperti Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pakaian Olahraga Indonesia (ASPOIN).


