Provinsi Lampung, sebagai sentra produksi terbesar dengan kontribusi 51 persen, menjadi pilot project percontohan kemitraan petani dan pengusaha yang adil.
“Regulasi yang baik harus diikuti dengan peningkatan kapasitas industri. Oleh karena itu, kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi produksi modern menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pangan nasional,” tegas Faisol.
Kolaborasi Strategis Membangun Rantai Pasok Modern Dunia
Baca Juga:Â Tingkatkan Daya Saing Industri, Kemenperin Minta HGBT Industri Dilanjutkan
Kemenperin kini menggandeng raksasa industri dan asosiasi seperti AROBIM untuk memastikan produk IKM mampu menembus standar pasar global.
Langkah ini memberikan akses bagi IKM untuk mengadopsi teknologi mutakhir dan memahami tata kelola rantai pasok kelas dunia.
Dukungan dana DAK dan program restrukturisasi mesin menjadi katalis yang mempercepat transformasi IKM pangan lokal menjadi pemain industri paling berwibawa.
“Kehadiran industri besar sangat penting karena dapat memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan pasar, standar mutu, teknologi pengolahan, hingga tata kelola rantai pasok yang telah diterapkan di industri. Dengan demikian, IKM dapat meningkatkan kualitas produknya agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional,” tutur Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita.




