URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri guna memastikan sektor manufaktur nasional tetap kompetitif di pasar global.
Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis teknologi digital dan perluasan jaringan kerja sama dengan mitra internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, meski dinamika geopolitik global terus bergejolak, sektor manufaktur Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Indikator ini terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 yang berada di level ekspansi 51,75. Selain itu, sektor manufaktur pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,04 persen, menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Segera Daftar! Penghargaan RINTEK 2026 Kemenperin Dibuka Hingga 29 Mei
“Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Menperin di Jakarta, Rabu (13/5).
Sebagai bagian dari transformasi menuju era Industri 4.0, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif menggandeng mitra strategis global, termasuk dari Tiongkok.
Implementasi terbaru dari kolaborasi ini adalah penyelenggaraan Pelatihan Industri 4.0 bersama Irootech Technology Co., Ltd. yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Doddy Rahadi, menyatakan bahwa penguatan ekosistem SDM harus selaras dengan kebutuhan industri masa depan yang serba digital.
Baca Juga: Hilirisasi Buah Tropis, Kemenperin Dorong IKM Olah Komoditas Unggulan Jadi Produk Ekspor
“Industri 4.0 bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar Indonesia mampu mencetak talenta industri yang unggul dan kompetitif,” kata Doddy.
Program pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta, termasuk guru, siswa, dan mahasiswa dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Kemenperin.
Menariknya, sejumlah peserta dari UNSIKA dan POLMAN Bandung berkesempatan melakukan praktik langsung di Tiongkok untuk mendalami sistem otomatisasi industri modern dan platform Industri 4.0.
Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan Industri Mekanik Tiongkok, Zheng Limei, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret memperdalam hubungan pendidikan vokasi antara kedua negara.
Baca Juga:Kemenperin Dorong IKM Kerajinan Lakukan Diversifikasi Produk untuk Pacu Ekspor Tahun 2026
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, optimistis kolaborasi ini akan berlanjut ke program-program yang lebih komprehensif.
“Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,” tutur Wulan.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi bagian dari talenta industri masa depan, Kemenperin saat ini telah membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru untuk 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di seluruh Indonesia melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 di laman jarvis.kemenperin.go.id.




