Baca juga:Â Turun Optimisme Perbankan Memandang Kinerjanya
“Terutama pada kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan volatilitas global,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut menjadi perhatian utama mereka, sehingga secara konsisten mereka mengedepankan strategi wealth management.
Strategi ini mengandalkan insight objektif, komprehensif, dan berorientasi pada peluang yang dapat ditindaklanjuti serta relevan melalui pendekatan personal yang berpusat pada nasabah.
Tahun 2026 ini, DBS Indonesia mengoptimalkan teknologi machine learning untuk mendampingi nasabah dalam mengambil keputusan investasi.
Integrasi wawasan investasi regional dari Chief Investment Office (CIO) DBS menjadi kunci utama keberhasilan portofolio nasabah.
Berkat kinerja cemerlang tersebut, Bank DBS Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.
Baca juga:Â OJK: Perbankan Optimis Kinerjanya Akan Makin Baik
Volatilitas Dorong Diversifikasi Investasi
Ketidakpastian ekonomi dunia masih membayangi pasar akibat kebijakan perdagangan dan inflasi yang bertahan di atas target Federal Reserve.
Namun, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.
Kondisi ini memberikan peluang bagi investor untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi melalui aset defensif maupun aset pertumbuhan.
Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menjelaskan pentingnya pendekatan conviction-led dalam memilih instrumen investasi jangka panjang.




