URBANCITY.CO.ID – Aktivitas belanja masyarakat menunjukkan resiliensi yang kuat pada kuartal I-2026. Ini ditunjukkan dengan peningkatan kartu kredit Bank Mandri yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), terjadi akselerasi belanja yang konsisten, dipicu oleh rentetan momentum perayaan hari besar keagamaan mulai dari Imlek, Nyepi, hingga puncaknya pada Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
MSI mencatat pertumbuhan belanja sebesar 2,9 persen dibandingkan periode pra-Ramadan. Angka ini melampaui rata-rata historis tahun-tahun sebelumnya yang berada di level 2,8 persen.
Ketahanan konsumsi ini berdampak langsung pada kinerja Mandiri Kartu Kredit yang membukukan pertumbuhan frekuensi transaksi sebesar 24,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Obligasi Global USD 750 Juta, Pertama di ASEAN Pasca-Konflik
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menjelaskan bahwa lonjakan ini tak lepas dari peran kartu kredit sebagai solusi finansial yang relevan untuk kebutuhan harian maupun pengelolaan keuangan jangka panjang.
Bank Mandiri terus memperkuat sinergi ekosistem pembayaran untuk menangkap peningkatan aktivitas transaksi nasabah.
“Langkah ini diharapkan dapat memperluas akseptasi layanan, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta mendukung pertumbuhan bisnis ritel secara berkelanjutan,” ujar Saptari dalam keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Digitalisasi dan Fitur Virtual Card
Bank berkode emiten BMRI ini mengoptimalkan ekosistem digital guna menangkap peluang pasar. Lewat aplikasi Livin’ by Mandiri, nasabah kini dapat memanfaatkan fitur virtual card untuk transaksi QRIS, penarikan tunai, hingga belanja di platform e-commerce.




