Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 Triliun hingga Februari 2026, Sektor Tani Jadi Primadona
Inovasi lain yang menjadi andalan adalah fitur Tap to Pay. Nasabah pengguna ponsel Android cukup mendekatkan gawai ke mesin EDC untuk melakukan pembayaran secara instan tanpa perlu mengeluarkan fisik kartu.
Sektor Penopang Utama
Hingga Maret 2026, nilai transaksi kartu kredit Bank Mandiri ikut terkerek naik 21,3 persen YoY. Secara daring, transaksi didominasi oleh kategori e-commerce, travel, dan elektronik.
Sementara untuk transaksi luring, sektor department store, restoran, dan supermarket masih menjadi tulang punggung utama aktivitas belanja masyarakat.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Mandiri memperkuat lini kartu kredit co-brand. Kerja sama dengan Marriott Bonvoy dan Traveloka memberikan nilai tambah bagi nasabah, mulai dari poin eksklusif hingga fasilitas upgrade tier keanggotaan.
Baca Juga: Borong Penghargaan Kemenkeu: Bank Mandiri Jadi Dealer Utama SBSN Terbaik 2025
“Sejalan dengan komitmen untuk Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri akan terus menghadirkan solusi pembayaran yang adaptif dan terintegrasi, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah di setiap aktivitas transaksi,” pungkas Saptari.
Dengan penguatan ekosistem pembayaran ini, Bank Mandiri optimistis dapat terus mengakselerasi ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga relevansi layanan di tengah dinamika kebutuhan nasabah yang terus berkembang. (*)






