Disusul kemudian oleh Thailand sebesar 2,05 persen, serta kontribusi kecil dari Meksiko dan Jepang.
Baca Juga: Kementerian Perdagangan Amankan 415.035 Kosmetik Impor Ilegal Seniai Rp11,45 Miliar
Ketergantungan yang tinggi pada produk impor ini dikhawatirkan dapat melumpuhkan produsen lokal jika tidak ada intervensi kebijakan.
Pihak PT FMI berharap tambahan waktu proteksi ini dapat memberi ruang napas bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi.
“Dengan penyelidikan perpanjangan ini, kami berharap industri dalam negeri mampu bertahan dari ancaman kerugian yang bisa mengakibatkan terhentinya operasional,” ujar Manager Marketing PT FMI, Dwi Widodo.
Selain itu, sambuangnya, diharapkan industri dalam negeri dapat makin berdaya saing dibandingkan produk impor, khususnya dari Tiongkok.
KPPI akan melakukan evaluasi mendalam selama proses penyelidikan ini untuk menentukan apakah pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) layak dilanjutkan.
Keputusan ini nantinya diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan industri hilir pengguna evaporator dengan keberlanjutan industri komponen di dalam negeri. (*)






