Menteri Ara menggarisbawahi bahwa kepemilikan properti berfungsi ganda sebagai benteng stabilitas ekonomi dan pemicu cash flow keluarga.
“Program perumahan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat keluarga bertumbuh dan tempat masyarakat bisa memulai serta mengembangkan usaha,” katanya.
Rumah Pertama Jadi Landasan Gaya Hidup dan Bisnis Mandiri
Ketua DWP Kementerian PKP Shinta Maruarar Sirait mengajak para kreator muda dan komunitas disabilitas untuk memanfaatkan momentum ini dalam membangun portofolio bisnis dan properti secara beriringan.
Baca Juga: Menteri Maruarar Siapkan 40.000 Rumah Subsidi di Jateng, Puji Penyerapan KUR Perumahan
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu DWP, Seruni, BP Tapera, Bank BRI dan semua pihak yang sudah mendukung kegiatan yang saya selenggarakan. Saya selaku DWP Kementerian PKP membuka karpet merah bagi pengusaha muda dan disabilitas yang punya talenta untuk dikembangkan peluang usahanya,” ujar Shinta.
Shinta memandang kepemilikan aset residensial sejak usia muda sebagai langkah krusial untuk membentuk ekosistem keluarga urban yang mandiri secara finansial.
“Rumah adalah tempat bertumbuh dan tempat memulai usaha. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang memiliki rumah pertama, semakin besar pula kesempatan mereka membangun kehidupan dan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Layanan terpadu Bank BRI memfasilitasi pembukaan rekening instan dan aktivasi BRImo di lokasi, sementara BP Tapera mendampingi simulasi cicilan adaptif bagi para pengunjung.




