Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Ekspansi bisnis BTN terlihat dari total penyaluran kredit yang tumbuh 10,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp400,63 triliun. Segmen KPR Subsidi tetap menjadi tulang punggung dengan penyaluran sebesar Rp193,55 triliun, naik 7,7 persen yoy. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tumbuh 5,4 persen menjadi Rp112,56 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga terkumpul positif sebesar Rp422,63 triliun, naik 9,9 persen yoy. Menariknya, porsi dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) kini mendominasi hingga 50,2 persen dari total DPK, yang turut menekan biaya dana (Cost of Fund) ke level 3,0 persen.
Pertumbuhan kinerja ini secara otomatis mendongkrak total aset BTN menjadi Rp517,54 triliun pada kuartal pertama tahun ini.
Transformasi Digital melalui ‘Bale by BTN’
Di samping kinerja keuangan, BTN juga menunjukkan taring di sektor digital. Pengguna aplikasi Bale by BTN melonjak drastis sebesar 67,5 persen yoy menjadi 4 juta pengguna. Strategi pemasaran melalui kegiatan gaya hidup seperti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 disebut menjadi katalis utama lonjakan transaksi digital ini.
“BTN JAKIM menjadi salah satu pendongkrak peningkatan signifikan untuk transaksi dan pengguna bale, karena kami menyadari sebagai consumer bank, kami perlu terus menghadirkan berbagai kemudahan transaksi perbankan untuk mendukung berbagai aktivitas gaya hidup masyarakat termasuk olahraga,” pungkas Nixon.




